3 BEKAL AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR



Ilmu haruslah ada sebelum amar ma’ruf nahi mungkar (di awal). 

*Lemah lembut harus ada ketika ingin beramar ma’ruf nahi mungkar* (di tengah-tengah). 

Sikap sabar harus ada sesudah beramar ma’ruf nahi mungkar (di akhir). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 



Pertama, *bekal ilmu di awal*
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan, 
“Barangsiapa yang beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka ia akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan banyak kebaikan”. 

Begitu pula Mu’adz bin Jabal pernah mengatakan, 
”Ilmu adalah pemimpin amalan. Sedangkan amalan itu berada di belakang ilmu.” ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 


 Kedua, *lemah lembut di tengah-tengah amar ma’ruf nahi mungkar*. 
Dalam amar ma’ruf nahi mungkar hendaklah ada sikap lemah lembut, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jika lemah lembut itu ada dalam sesuatu, maka ia akan senantiasa menghiasinya. Jika kelembutan itu hilang, maka pastilah hanya akan mendatangkan kejelekan.” (HR. Muslim no. 2594). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 


 Ketiga, *bersabar di akhir. 
Setelah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, haruslah ada sikap sabar terhadap setiap gangguan*. 
Syaikhul Islam mengatakan, 
“Setiap orang yang ingin melakukan amar ma’ruf nahi mungkar pastilah mendapat rintangan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak bersabar, maka hanya akan membawa dampak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan". (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15-18, Mawqi’ Al Islam). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 



 ```Ingat tiga bekal di atas ya saat hendak beramar ma’ruf nahi mungkar```. Semoga bermanfaat 🙂

We will email you when we have a new update: